JEGA ARUFA


Jalan yang harus ditempuh...

Perilaku Konsumtif-Hedonisme Sudahkah Kita Terbebas dari Keduanya

Perilaku Konsumtif-Hedonisme 

Sudahkah Kita Terbebas dari Keduanya

 

 

“Kamu, adalah apa yang kamu beli”

    Barangkali kalimat klise tersebut sering kita dengar sebagai jargon utama sekelompok orang yang konsumtif secara berlebihan. Sampai kepada pemakaian sebuah barang tertentu dianggap sebagai identifikasi kelas sosial seseorang.

      Keberlangsungan hidup manusia tidak lepas dari keinginan untuk bertahan. Baik pengertian secara primer, yaitu bertahan dengan memenuhi  kebutuhan yang pokok seperti sandang, pangan dan papan. Tidak bisa dipungkiri, bahwa manusia membutuhkan beberapa hal  itu untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari. Sedangkan, makna ini bisa diartikan lain oleh orang-orang yang memuaskan perasaan diri dengan pembelian barang-barang yang bersifat sekali atau dua kali pakai, kemudian teronggok begitu saja. Artinya, entitas makna telah mengalami kompleksitas yang dapat menggeser falsafah hidup seseorang. Permainan makna simbolis menjadi penting antara produsen dan konsumen. Sehingga, konsumen tertarik dan membeli gaya hidup, bukan membeli sebuah barang yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan.

    Menurut Bourdieu perbedaan kelas dalam hal pola konsumsi mencakup selera makanan, minuman, hobi, mobil, olah raga, seni, buku bacaan dan lain sebagainya. Perbedaan minat belanja juga tergantung pada orientasi dan latar belakang sosial masing-masing individu. Sekarang ini, konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat perkotaan hampir menjamur pada seluruh penjuru kota Surabaya. Begitu banyaknya pusat perbelanjaan, minimarket, supermarket, penawaran jasa seperti laundry, les pelajaran menjadi tawaran yang sulit tertolak oleh sebagian masyarakat perkotaan.

    Konsumsi yang berlebihan dapat menciptakan gaya hidup yang hedonis, ketika kesenangan, hura-hura menjadi titik utama dalam kepuasan menjalani hidup. Beberapa orang mengaku bahwa stress yang dialaminya akan berkurang ketika sudah membelanjakan apa yang ia inginkan, padahal belum ia butuhkan ketika itu. Apalagi, sekarang fasilitas untuk belanja sudah semakin mudah dan sangat dekat, seperti shop online.

     Melalui iklan di media massa dan elektronik, semakin mudah penyampaian informasi kepada masyarakat untuk menghegemoni mereka, penjualan produk dalam bidang jasapun juga tak kalah, seperti banyaknya laundry yang berjejal diantara kos-kosan mahasiswa atau pekerja kantoran. Kemudian, konsumsi pulsa yang tidak dapat ditekan karena belum bisa memanajemen uang dengan baik.

      Pertumbuhan pusat-pusat perbelanjaan (mal) yang semakin menggerus lahan, dan menggerus uang juga dengan banyak hal yang ditawarkan di sana, dari yang mulai bermerek sampai tiruan, diskon produk bermerek, termasuk  food court yang pasti ada untuk memanjakan pengunjung. Tempat ini pun menawarkan fasilitas yang membuat pengunjung merasa nyaman dengan cara Barat, ataupun khas-khas yang lain seperti makanan yang unik, mahal dan berkelas, wifi zone, dan tempat bermain untuk anak-anak.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :