JEGA ARUFA


Jalan yang harus ditempuh...

Budaya Massa dan Budaya Populer

Budaya Massa :

Budaya massa adalah suatu budaya yang terus menerus direproduksi dan dikonsumsi oleh suatu kelompok yang mempunyai akibat secara menyeluruh. Munculnya budaya tersebut sebagai akibat dari massifikasi industrialisasi dan komersialisasi yang berorientasi pada keuntungan yang sebesar-besarnya. Budaya massa juga diartikan sebagai perilaku konsumerisme. Konsumerisme merupakan kesenangan universal yang bersifat sementara yang mengacu pada produk budaya seperti trend dan mode yang sedang diminati pasar. Dalam pembentukan budaya massa, komunikasi massa memiliki peranan yang penting dan efektif untuk mempengaruhi perilaku dan homogenitas budaya di dalam masyarakat. Komunikasi massa tersebut dijadikan sebagai tempat pemasaran dan sasaran iklan . tidak hanya itu, produk budaya semakin dipoles dan direkontruksi sesuai dengan selera dan citra rasa agar memunculkan minat masyarakat terhadapnya.

Televisi, dibandingkan dengan media yang lain seperti radio maupun surat kabar, televisi menjadi media massa yang paling diminati. Dengan televisi, masyarakat lebih mudah untuk mengakses informasi nasional maupun Internasional, hiburan, hot issue dalam format audio visual. Berbagai program yang ditayangkan telah berhasil menarik minat masyarakat terhadap konsumsi televise. Tetapi kemudahan-kemudahan tersebut membuat masyarakat terlena untuk menyaring program-program yang ada, sehingga manfaat yang diberikan oleh program-program tersebut tidak terlihat. Masyarakat lebih tertarik untuk menikmatinya. Misalnya saja program tayangan reality show yang kini semakin menjamur. Reality show yang sebenarnya tidak layak dan kurang menunjukkan kesopanan justru mendapat rating tinggi di mata masyarakat. Contohnya acara "Empat Mata" yang kini berganti menjadi "Bukan Empat Mata". Acara ini memakai tutur kata yang kurang sopan bahkan terkadang kasar, juga ketika menghadirkan bintang tamu seksi justru menambah rating di masyarakat. Selain itu, acara infotainment seperti insert, cek dan ricek, silet, dan lain-lain juga turut meramaikan program-program televise yang sangat menarik minat masyarakat kita.

Membicarakan tentang tren mode pakaian atau fashion. Mode pakaian saat ini dapat dikatakan luar biasa berkembang pesat. Model-model pakaian dari luar negeri sangat digemari oleh masyarakat kita, padahal budaya mereka kurang cocok bila disatukan dengan budaya Indonesia. Namun pesona itu mampu mengalahkan segalanya, sehingga tren fashion tersebut bisa memenangkan hati masyarakat dan sangat popular di semua kalangan di Indonesia.

Contoh lain dari budaya massa adalah Menjamurnya barang-barang elektronik, seperti berbagai gadget terbaru. Pada umumnya, masyarakat saat ini lebih mengutamakan system penanda daripada system petanda, artinya lebih mengutamakan untuk memeunuhi keinginannya daripada memenuhi kebutuhannya. Hal ini terbukti dengan pembelian berbagai gadget elektronik, seperti handphone. Setiap ada model handphone terbaru, masyarakat cenderung ingin memilikinya tanpa memperhitungkan apakah barang itu ia butuhkan atau tidak. Semua itu dilakukan hanya untuk memuaskan diri atas trend yang ada saat ini. Maka, tidak jadi masalah apabila barang itu tidak terlalu berguna atau sebagai barang kebutuhan kedua karena yang terpenting adalah kepuasaan dan kesenangan pribadinya telah terpenuhi.

Hal ini sejalan dengan adanya fenomena menjamurnya restoran fast-food yang bisa dikatakan sebagai budaya massa. Tidak dapat dipungkiri, adanya restoran fast-food yang menyediakan makanan cepat saji ini menjadi sarana yang dibutuhkan oleh masyarakat, hal ini membuat makanan  junk-food ini sangat digemari. Namun, tanpa disadari terdapat manipulasi publik yang berhubungan dengan kepentingan marketing penjualan. Di restoran fast-food ini, masyarakat tidak dapat memilih  makanan sesuai selera sendiri, semuanya telah diatur dengan ditunjang strategi penjualan yang baik sehingga masyarakat mau mengkonsumsinya. Hal ini berbanding terbalik dengan restoran-restoran tradisional yang masyarakat boleh memilih makanan sesuai kebutuhan dan seleranya, tetapi tidak dapat menarik hati masyarakat.

 

Budaya Populer :

 Budaya populer merupakan cermin dari budaya tradisional yang dihadirkan kembali oleh masyarakat dengan cara yang berbeda di era modern saat ini. Budaya populer ada kaitannya dengan  budaya massa yang memiliki banyak pendukung yang sifatnya temporer. Seperti yang kita ketahui jika dalam budaya tradisional, terdapat suatu budaya yang hanya dapat dimiliki oleh kalangan tertentu saja, sehingga kalangan yang lain tidak mendapat kesempatan untuk menikmatinya, kali ini budaya populer justru memberikan kesempatan kepada seluruh elemen masyarakat untuk dapat menikmati dan menyaksikan budaya tersebut. Contoh konkret dari budaya populer adalah tayangan OVJ (Opera Van Java) di Trans 7 yang tergolong acara hiburan ringan dan mayoritas masyarakat juga menyukai acara tersebut. Sedikit menceritakan, acara ini merupakan contoh dari budaya tradisional yang diangkat kembali ke lingkup modern saat ini. Tema utama dari acara ini adalah pewayangan. Hal ini mengingatkan kita terhadap budaya wayang yang sudah mulai dilupakan orang saat ini.

Unsur wayang dalam acara tersebut tidak ada yang dihilangkan. Mereka menyajikannya lengkap dengan dalang, sinden, pemain musik tradisional beserta alatnya yang komplit dan serba tradisional seperti gamelan, gong, serta para pemain juga mengenakan kostum yang serba tradisional juga.

Namun, ada yang terlihat berbeda dalam penampilan wayang di acara OVJ tersebut. Mereka tak hanya menampilakan kesan wayang saja di dalamnya melainkan para pemain juga mampu menampilkan kesan kekocakkan dan keunikan sehingga acara tersebut semakin digandrungi oleh masyarakat. Dibilang kocak karena para pemainnya memang “pinter mbanyol” (suka bercanda). Salah satu tokoh dari OVJ yang gampang diingat karena suka berbuat hal-hal konyol adalah Sule. Dalam penampilannya, ia suka membuat kata-kata baru yang akhirnya menjadi trend dan ditiru oleh masyarakat. Contohnya seperti kata “Loe, Gue End” dengan memakai gaya khas yang ia ciptakan sendiri. Hal inilah yang menjadi cirri khas seorang Sule dalam acara OVJ tersebut. Selalu kocak, Namun tak hanya Sule saja yang menonjol dalam OVJ tersebut, pemain yang lainnya seperti Nunung, Aziz, Andre dan Parto juga mempunyai karakteristik humoris seperti Sule. Semua pemain OVJ berhasil mencairkan suasana panggung pewayangan dan membuat penonton merasa terhibur dengan acara tersebut. OVJ juga dikatakan unik karena dalam acara tersebut cerita disajikan tidak secara ‘monoton berbau tradisional’ artinya dalam menampilkan sebuah cerita mereka juga menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami. Sehingga OVJ memberikan kesan pada penonton bahwa acara ini benar-benar ringan dan menghibur sekaligus dapat menambah wawasan bagi kita dalam mengetahui cerita-cerita dari daerah lainnya yang belum semuanya kita ketahui.

 

 

Nama Kelompok :

1. Rizki Aprilia (121111003)

2. Jega Arufa (121111005)

3. Kamilah     (121111022)

4. Gita Suci R  (121111023)

5. Izzatul Banat AF (121111025)

6. Pratino Adityatama (121111043)

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :