JEGA ARUFA


Jalan yang harus ditempuh...

Daya Tahan di Medan Dakwah (Kisah Mush'ab Al Khair)

Dengan Menyebut Nama ALLAH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

Atas seizin ALLAH...

Masihkah kita pantas mengeluh???

 

katakanlah, "jika kamu (benar-benar) mencintai ALLAH, ikutilah aku, niscaya ALLAH mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. ALLAH Maha Pengampun lagi Penyayang." Katakanlah, "Taatilah ALLAH dan RasulNya, jika kamu berpaling maka sesungguhnya ALLAH tidak menyukai orang-orang kafir." (Ali Imran : 31-32)

 

                Kecintaan kepada ALLAH bukanlah sesuatu yang dapat muncul dengan sendirinya, namun harus dibangun dan diwujudkan. Cobalah tengok usaha yang dilakukan Mush'ab bin Umair dalam rangka meraih kecintaan ALLAH. 

                 Orang memanggilnya Mush'ab Al Khair. Semenjak keluar dari rumah dan bergabung dengan kaum muslimin, berbagai ujian berat dihadapinya. Suatu hari ia tampil di hadapan beberapa sehabat yang sedang duduk mengelilingi Rasulullah SAW. Begitu melihatnya, mereka menundukkan kepala dan memejamkan mata, sementara beberapa orang sahabat matanya basah, tidak tega melihatnya. 

                 Mereka melihat Mush'ab memakai jubah usang bertambal2, padahal sebelum ia masuk Islam begitu indah pakaiannya. Bersabda Rasulullah SAW,. "Dahulu saya melihat Mush'ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada ALLAH dan Rasul-Nya."

Perlu menjadi catatan, dulunya ia hidup sangat kecukupan, namun setelah ia masuk Islam, ibunya (Khunas Binti Malik) memenjarakannya agar ia kembali menyembah berhala. Mush'ab berhasil meoloskan diri untuk ikut hijrah ke Habsyi bersama para sahabat Rasulullah yg lain.

              KISAH YANG LEBIH MENGGETARKAN LAGI,

               Pada peperangan Uhud ia terpilih sebagai pembawa bendera. Perang berkecamuk begitu seru, dan kaum muslimin sempat terpukul mundur oleh pasukan kafir. Pada saat yang genting seperti ini, Mush'ab tampil ke depan. Ia acungkan bendera tinggi-tinggi, sementara tangan satunya lagi memainkan pedang dengan lincahnya. Niatnya agar perhatian musuh tertuju kepadanya sehingga melalaikan Rasulullah.

 

              Perhatikan kesaksian saat-saat terakhir kepahlawanan Mush'ab Al-Khair

              Ibnu Sa'ad berkata, "Diceritakan kepada kami oleh Ibrahim bin Muhammad bin Syurahbil Al-'Abdari dari bapaknya, ia berkata bahwa Mush'ab bin Umair adalah pembawa bendera di perang Uhud. Tatkala barisan kaum muslimin pecah, Mush'ab bertahan pada kedudukannya. Datanglah seorang musuh berkuda, Ibnu Qumaihah namanya, lalu menebas tangannya hingga putus, sementara Mush'ab masih mengucapkan. "Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa orang Rasul." Maka dipegangnya bendera dengan tangan kiri sambil membungkuk melindunginya.

          Musuh pun menebas tangan kirinya itu hingga putus pula. Mush'ab membungkuk ke arah bendera, lalu dengan kedua pangkal lengan meraihnya ke dada sambil mengucapkan "Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa orang Rasul." Lalu orang berkuda itu menyerangnya untuk ketiga kali dengan tombak, dan menusuknya hingga tombak itu pun patah. Mush'ab pun gugur dan benderanya patah..."

        Ia gugur sebagai syuhada', darahnya telah ia sumbangkan untuk membasahi bumi perjuangan.

 

Wallahu’alam bissawaab

NB : Pasti sudah pernah baca sebelumnya yah..

 

Kisah ini saya ambil dari buku " TEGAR DI JALAN DAKWAH - Bekal Kader Dakwah di Mihwar Daulah"

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :