JEGA ARUFA


Jalan yang harus ditempuh...

Artikel Bradanaya

Bersedekah adalah Ciri Orang Berbudaya

Menurut kamus, sedekah adalah pemberian sesuatu kpd fakir miskin atau yg berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dng kemampuan pemberi; derma. Jadi, dengan kegiatan yang bersifat tidak hanya agama namun sosial ini, kita bisa membantu meringankan sedikit beban yang dimiliki oleh kalangan yang kurang mampu.

Sedekah sebaiknya tidak dilakukan musiman, seperti halnya, sedekah hanya dilakukan saat Bulan Ramadhan. Tetapi dilakukan kapan saja asalkan kita memiliki harta yang cukup untuk disedekahkan kepada kaum fakir dan miskin. Pandangan yang menyatakan kalau saat bulan Ramadhan kita harus melakukan amal baik dengan maksimal memang benar. Namun, alangkah baiknya kalau hal yang disebut sedekah ini menjadi budaya bangsa kita .

Budaya sedekah, dalam artian tidak hanya memberikan uang dan makanan, tetapi member ilmu pengetahuan dan pembelajaran ketrampilan secara ikhlas dan Cuma-cuma, juga merupakan sedekah luar biasa yang mampu membangun bangsa ini.

Bagaimana tidak? Jika masyarakat Indonesia sudah mempunyai kebiasaan bersedekah, maka angka kemiskinan di negeri ini dari tahun ke tahun akan makin berkurang. Selain itu, dengan budaya memberikan ilmu secara gratis maka di negeri ini tidak akan ada rakyat yang buta huruf.

Seperti adanya negeri saat ini yang tengah carut marut dengan birokrasi dan sering menjadi tanda tanya,  generasi kita lah yang harus dan wajib melakukan sedekah sesuai dengan kemampuan kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa mensedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menahan rizki untukmu”.

Berbagi itu indah, berbagi itu, tidak akan merugikan kita. Dalam salah satu hadist dijelaskan bahwa setiap 360 sendi manusia dikenal sedekah tiap hari. Sekarang ini ada sebuah badan untuk  pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan dana zakat infak sedekah (ZIS). Dengan disahkannya UU No 38/1999 tentang pengelolaan ZIS. Pada saat ini pengelolaan zakat bisa dilakukan oleh pemerintah dan swasta.

Untuk itu, setiap Lembaga Amil Zakat dan sejenisnya mesti mengembangkan manajemen pengelolaan dana yang amanah dan professional, karena pengelola dana , tidak sekedar mengumpulkan dan menyalurkannya kepada masyarakat yang memumbutuhkan. Saat ini lembaga nirlaba yang bergerak dalam penghimpunan dana public ZISWAF semakin mendapat kepercayaan dari berbagai masyarakat.

Secara nasional, dana ZISWAF yang berhasil dikumpulkan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional meningkat dari 56 milyar tahun 2002 menjadi sekitar 220 milyar rupiah pada tahun 2007.

Rata-rata peningkatan pertahun mencapai 37%. Menurut hasil survey PIRAC bersama Perhimpunan Filantropi Indonesia dan Ford Foundation dala program “Pola dan Potensi Sumbangan Masyarakat 2007” di 11kota besar di Indonesia, tingkat kedermawanan bangsa Indonesia sangat tinggi. Bahkan mencapai 99,6%.

Nah, dari angka yang bisa dibilang sangat besar itu, alangkah indahnya kalau dana tersebut benar-benar disalurkan kepada orang yang benar-benar membutuhkan. Dan perlu diingat juga kalau sedekah jangan hanya berupa uang, namun memberikan, menyedekahkan ilmu dan ketrampilan kita kepada masyarakat juga sangat penting. Terutama kepada masyarakat tidak mampu dan penghuni daerah pedalaman. Inilah kebudayaan yang harus terus ditingkatkan, karena dengan inilah, kesejahteraan masyarakat Indonesia akan sedikit demi sedikit meningkat.

Tanyakanlah setiap hari pada diri Anda. “Sudahkah saya bersedekah hari ini?” jangan berhenti untuk membantu sesame. Karena, tidak ada bantuan yang akan sia-sia bagi orang lain yang benar-benar membutuhkan.  

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :