JEGA ARUFA


Jalan yang harus ditempuh...

Refleksi yang Tiada Henti Mengenai Pencarian Makna Demokrasi

Refleksi yang Tiada Henti Mengenai Pencarian Makna Demokrasi

Demokrasi, kata yang sering didengungkan oleh pejabat dan aktivis-aktivis perjuangan.  Di mana pelaksanaannya bisa dibilang masih belum bisa dikatakan memenuhi kriteria demokrasi pancasila. Seperti halnya keadilan yang tak mampu menyentuh semua layer, begitupula demokrasi. Demokrasi yang artinya pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat menjadi tanda Tanya besar ketika ketiga hal tersebut tidak terpenuhi karena kekuasaan politik dan ekonomi sekarang ini notabene lebih dikuasai orang yang berada di strata atas. Apakah ini yang dinamakan Indonesia sudah menjalani sistem demokrasi? Belum sepenuhnya, apalagi di negara ini yang dipakai adalah demokrasi Pancasila, di mana “demokrasi” dapat terlihat apabila sila ke-lima yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia  sudah berjalan. Ironisnya, keadilan adalah barang yang dapat diperjualbelikan, hal ini lah yang membuat Indonesia semakin gemuk bencana.

Apa yang terjadi apabila penguasa politik adalah para penguasa juga dibidang ekonomi, akibatnya meski dalam perjuangan atas nama rakyat. Ujung-ujungnya, kekuasaan politik untuk kepentingan ekonomi dan kekuasaan ekonomi untuk kepentingan politik. Begitu seterusnya arus mbuletisasi yang tak ubahnya pusaran air yang sulit ditanggulangi tetapi bisa dideteksi dan diprediksi. Dapat dilihat, orang-orang pinggiran yang hidup di tepian sungai Jakarta. Bukan semakin berkurang, malah semakin bertambah saja. 


1. ummu ruqayyah

pada : 08 June 2012

"apa sih demokrasi? definisinya? standarnya?"


2. JEGA ARUFA

pada : 08 June 2012

"Hem, secara harfiah,,, sebenarnya demokrasi itu pemerintahan dari,oleh, untuk rakyat...
Standardnya, menurut ane sederhana saja,
Kalo itu semua terpenuhi, baguslah.. :)
Kalo endak ya bisa jadi agak 'chaos' seperti sekarang :D"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :