JEGA ARUFA


Jalan yang harus ditempuh...

Sepasang Tanda Mata

Jega Arufa

121111005

Sepasang Tanda Mata

Sekeping luka dibawa lari. Olehmu yang mendamba ada siksa disebalik  gua.

Lelah, parah, hujah-hujah dilontarkan tanda cinta. Kahfi, begitu namamu sering disebut untuk dicaci

Seketika si Hujah memilih untuk menginapkan diri  dalam tubuh mu. 

Biarkan, biarkan ia larung dalam kesunyiannya yang sempat menguapkan formulasi untuk aku sebagai tanda meledakkan diri.

Orang, bilang engkau teroris

Orang bilang, engkau kriminal paket lengkap duhai Kahfi

Pelan, engkau musnahkan orang-orang jahat, hahahahaha …

Lelucon diantara lelucon kini tinggal debu terbang. Satu suara saja meledak puluhan ribu suara datang berkerumun berjalan menuju akhirat.

AAHHH, seketika hening dan mendambamu datang, akhiri hidup kami yang tak lebih berharga dari segopeng uang.

Ayolah, bunyikan lagi peluit itu, biar puluhan ribu dari kami segera terbang.

Engkau Kahfi, pelindung yang bagi kami meski engkau sekarang raib dalam kungkungan manusia, tetapi engkau hidup. Hidup lah sekian lama dari sekarang, kelak yang akan kami tagih juga engkau, atas puluhan ribu suara yang telah engkau ambil. Tidak,,,

Kini requiem dan tahlil digelar sepanjang selasar perjalananmu menuju balik tabir, sebelum engku tak mau kembali pada kami.

Menuju singgah,

Yang tidak berakhir. Kala adalah waktu yang terakhir mendampingimu bersama dua biji salak yang akan mekar. Tahukah kalian, sekejap cahaya membawa luka, lari dibawa senja bersama dua arah mata angin yang tak kembali pada sebentuk hujan, kembali ke angina yang tak mungkin berhembus dari bawah sana.

Sudah cukupkanlah, setiap nafasmu sekarang, nikmati saja, ketika nikmat itu mulai luruh. Dan

Kini, bukan nanti ataupun sepuluh tahun lagi, tanganku akan tetap satu,

Hatiku menjadi separuh saja …

 

JEGA ARUFA (121111005)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sama Dengan

Jika, semua perempuan sama…

Dan semua perempuan menjadi ibu…

Jika semua ibu sama …

Dan semua ibu menjadi Khadijah …

Maka taka ada Aisyah yang punya cinta begitu.

 

            Semua bermula dari angka 0

            Angka yang memulai segala urutan angka

            Aku pun

Tahu pencipta angka itu, 0

Justru ia bermula dari tanpa nada

Tanpa tanda

            Biar, semua perempuan berbuat sekenanya

Menjadi debu yang berterbangan

Menjadi anai-anai yang dijanjikan kitab

Tak tahu teladan

Biar saja

Mereka sok punya isme …

Biar isme dan mereka menjadi bumerang yang akan menjalar, menyerang, meradang dengan arif.

Negarawan Visioner

Persembahan putra-putri bangsa

Untuk mu

Ketika huru dan hara menghampiri bagai tamu yang diundang

Kini engkau tak luput dari tangis, tak juga nanti

Biar yang kami katakan tentang perjuangan

Barisan pejuang yang siap menghardik tombak

Barisan terdepan yang siap menjadi benteng negeri ini

Tengah digodok dalam inkubator

 Tak juga kau sadar YBS

Cuma akun twittermu sajakah yang engkau urus

Jika apa-apa yang engkau lakukan hanya untuk

Mengupdate itu

Sungguh pemimpin dan harapan palsu

Kami tawarkan kontrak perpolitikan yang jelas padamu

Sejengkal tak berhasta

Mulailah dengan cinta…

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :