JEGA ARUFA


Jalan yang harus ditempuh...

Daerah Salju Sebuah Novel dengan Dinamika Hati yang Membeku

Nama   : Jega Arufa

Sastra Indonesia/12111005

 

Daerah Salju Sebuah Novel dengan Dinamika Hati yang Membeku

 

            Novel karya Kawabata Yasunari yang terbit pada 1987 mengusung cerita romantika yang sangat kompleks. Seorang tokoh laki-laki yang bernama Shimamura memiliki kisah singgahnya pada sebuah daerah yang sangat dingin. Ia bertemu dengan Yoko, seorang geisha. Ia beberapa hari bercengkrama dan menghabiskan waktunya dengan Yoko, seorang yang memiliki pengetahuan tentang tarian Jepang. Kemudian Shimamura yang merasa bahwa tarian Barat lebih menarik, agak nyambung dengan Yoko. Meskipun uniknya, Shimamura lebih tertarik untuk meneliti tarian-tarian Barat.

            Shimamura ingin dipertemukan dengan gadis lain oleh Yoko. Singkat cerita, ia akhirnya bertemu dengan geisha yang memiliki fisik sangat cantik bernama Komako. Kemudian, mereka berdua menjalin kedekatan dan terjadi beberapa konflik. Komako merasa tidak dapat berpisah dari Shimamura. Sedangkan Pada kedatangan Shimamura pada kali ke dua ke tempat tersebut, sebenarnya dia sudah memiliki istri. Cerita diakhiri dengan tragis dengan kematian Yoko karena insiden kebakaran, ia jatuh dari gedung kemudian meninggal di hadapan Kumako dan Shimamura.

            Watak Yoko dan Kumako yang diposisikan dekat dengan Shimamura memiliki karakter yang berbeda jauh. Yoko lebih penakut dan menuruti permintaan Kumako, sedangkan hatinya lebih lembut. Akan tetapi Kumako lebih agresif terhadap Shimamura namun berhati dingin juga suatu ketika.

            Banyak hal menarik ditemukan dalam novel ini, yaitu keberadaan seorang lelaki yang sudah memiliki pasangan hidup, namun tetap menjalin hubungan dengan wanita lain. Kemudian Shimamura juga memiliki kecenderungan tertarik pada budaya di luar Jepang. Tahun munculnya kisah itu, Jepang belumlah secara terang-terangan dimasuki oleh budaya barat dan secara langsung mengekspansinya. Akan tetapi hadirnya novel ini juga mengindikasikan bahwa budaya baru yang muncul menjadi sedikit problem bagi seorang Jepang. Digambarkan dalam novel ini, Shimamura justru memiliki ketertarikan lebih pada tarian Barat, daripada Jepang itu sendiri.

            Perilaku Shimamura yang tidak menetap pada sebuah hati, menjadi konflik yang bergulir perlahan dalam novel ini. Sehingga, ia menjadi orang yang diharapkan oleh dua perempuan dan sebenarnya istrinya. Hal inilah yang menjadi konflik sosial dan psikologis seorang tokoh. Ada kecenderungan memiliki yang besar dari Shimamura, namun disisi lain ada kerelaan besar untuk berbagi oleh Yoko. Suatu hal yang tidak mudah dihadapi bagi seorang manusia yang pada dasarnya memiliki ego yang memntingkan kebahagiaan dirinya sendiri.

 

 


1. Cincin Kawin Emas

pada : 06 September 2014

"Alur cerita sepertinya menarik untuk disimak, sangat estetis jika dibaca



Cincin Kawin Emas "


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :