JEGA ARUFA


Jalan yang harus ditempuh...

Review Filsafat Budaya dari Berbagai Sumber

Filsafat adalah hasil akal seorang manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Dengan kata lain : Filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sunguh hakikat kebenaran sesuatu ( Ihsan, 2010 : 3).

Kajian filsafat terhadap kebudayaan melalui studi dan bahasa yang dapat menjelaskan segala macam kebenaran yang melingkupi sebuah arena pengetahuan, filsafat dapat menjelaskan kerangka berfikir dan cara berfikirnya. Menurut Ihsan (2010:4) lebih lanjut terdapat empat pertanyaan yang ditekankan terhadap kebudayaan yang muncul untuk dikaji, yaitu bagaimana, mengapa,ke mana dan apakah.

Pertanyaan bagaimana akan menjawab aspek fisik yang mampu dijelaskan oleh indra manusia. Misalnya pertanyaan, bagaimana kebudayaan konsumtif itu ? Jawaban dari pertanyaan ini akan menjelaskan sifat-sifat yang tampak oleh indra.

Pertanyaan mengapa menanyakan tentang sebab objek kebudayaan, atau asal mulanya. Maka berbagai macam relasi pemikiran dan deskripsi fakta yang melatarbelakangi hal tersebut muncul akan mampu menjawab berbagai macam singgungan yang terdapat pada pertanyaan pusat terhadap bagaimana sebuah kebudayaan dapat ini, itu dan seterusnya. Jawaban bersifat kausalitas atau sebab akibat. Misalnya bagaimana kebudayaan konsumtif itu muncul ?

Pertanyaan ke mana menanyakan tentang apa yang terjadi di masa lampau, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Jawaban yang diperoleh ada tiga jenis pengetahuan, yaitu : pertama, pengetahuan yang timbul dari hal-hal yang selalu berulang-ulang (kebiasaan), yang nantinya pengetahuan tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman. Dalam kebudayaan mengenal pola-pola yang terkadang tentu hal tersebut menjadi pengetahuan dan dapat dijadikan sebuah pembanding antar pola lain yang muncul. Ini dapat dijadikan dasar untuk mengetahui apa yang akan terjadi. Kedua, pengetahuan yang timbul dari pedoman yang terkandung dalam adat istiadat/kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Pedoman tersebut dinamakan hukum. Ketiga, pengetahuan yang menjadi pedoman akan menjadi sebuah pegangan.

Pertanyaan apakah akan menjelaskan dan menggali sedalam-dalamnya mengenai hakikat ataupun inti dari sebuah masalah yang muncul sebagai jawaban antara harapan dan kemampuan dalam realitanya.

Kemudian, berpikir secara filsafat sebagai upaya untuk menjelaskan secara tepat dan benar , kemudian hal tersebut dapat dipertanggungjawabkan nantinya. Sehingga kontribusi filsafat untuk menjelaskan kebudayaan khususnya melalui studi bahasa dan sastra sangat besar adanya dengan proses-proses tersebut.

Filsafat melakukan prediksi dan kritik terhadap kebudayaan yang dapat ditinjau logika, metafisika ataupun etika. Hal tersebut dikarenakan filsafat sebagai penguji penalaran ilmiah, sehingga kekritisan dalam diri seorang muncul dan sikap yang menganggap hanya pendapatnya paling benar dapat dihindarkan.

Selain hal tersebut filsafat merupakan usaha mengkritik asumsi, menguji, dan merefleksikan suatu fenomena kebudayaan. Memberikan dasar logis terhadap metode keilmuan. Sehingga dapat dipahami dan digunakan secara umum.

Kebudayaan merupakan tanda, pola yang dapat dipelajari terkait aktivitas yang tidak bisa dilepas dari konteks kehidupan dan masyarakat. Filsafat menelanjangi disiplin ilmu yang ekslusif. Karena kesadaran dalam berfikir seharusnya tidak hanya berkutat dalam bidang tersebut saja, tetapi mampu mengaitkan dengan kenyataan yang ada di luar dirinya ataupun disiplin ilmu itu sendiri.

  1. Dalam pandangan kebudayaan Pierre Bourdieu, kebudayaan dipahami sebagai arena pertarungan yang mana setiap manusia menjadi agen. Buatlah esai tentang suatu arena kebudayaan dengan berdasarkan pemikiran Bourdieu yang meliputi :
    1. Aturan-aturan atau konvensi yang berlaku dalam arena tersebut
    2. Taruhan atau legitimasi yang dikontestasikan dalam arena
    3. Agen-agen yang terlibat berikut habitus dan strateginya
    4. Praktik kuasa simbolik (doksa, ortodoksa, heterodoksa) dalam arena

 

Arena-arena didefinisikan sebagai ruang yang terstruktur dengan kaidah-kaidah keberfungsiannya sendiri, dengan relasi-relasi kekuasaannya sendiri, yang terlepas dari kaidah politik dan kaidah ekonomi, kecuali dalam kasus arena ekonomi dan arena politik itu sendiri.

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :